Ini resume dari makalah 20 halaman yang ditulis Profesor Aymeric Chauprade. Dia orang Prancis. Saya sudah bertemu dia Senin malam. Dan tadi malam, saya diajak untuk bertemu dengan dia lagi untuk kesempatan wawancara. Tapi, karena berbenturan dengan pekerjaan lainnya, saya hanya meminta makalah dia. Makalah saya dapat dalam tiga bahasa, Prancis, Inggris, dan Indonesia.
Tulisan dia ini sangat menarik dan memberikan ide-ide segar tentang wawasan geopolitik Indonesia. Dia membandingkan dengan posisi geopolitik beberapa negara. Tapi tulisan di bawah ini hanya dalam konteks Indonesia.
————————————–
Indonesia Bisa Jadi Kekuatan Utama Dunia
Indonesia dapat menjadi salah satu kekuatan utama dunia, bersama dengan Rusia dan India, yang pada gilirannya dapat menjadi penyeimbang dalam politik dunia.
“Dengan demikian dapat mencegah terjadinya bipolarisasi yang mungkin terjadi akibat pertentangan antara Amerika Serikat dan China yang semakin dramatis,” papar Aymeric Chauprade dalam makalahnya.
Makalah tersebut disampaikan Chauprade dalam diskusi yang digelar Center for Indonesia Reform (CIR) beberapa hari lalu. Chauprade adalah profesor pada College Interarmees de Defense, Prancis. Dia juga menjabat sebagai Direktur Revue Francaise de Geopolitique.
Indonesia, lanjut dia, dalam segi apapun memiliki semua yang dibutuhkan untuk mengembangkan politik penyeimbangan dalam dunia internasional.
“Pendapat ini sesungguhnya didasarkan pada suatu alasan yang amat sederhana: keseimbangan besar di masa depan akan amat bergantung kepada hubungan antara Barat, Islam, dan China. Indonesia memiliki hubungan dengan setiap aktor tadi, yang bukan merupakan sekadar hasil dari fakta geografi yang dimilikinya namun juga dari identitas dalam negerinya dan politik luar negerinya,” urai Chauprade.
Chauprade mengutip Indonesianis berkebangsaan Prancis, Denys Lombard, bahwa Indonesia ibarat persimpangan jalan.
“Dan memang demikianlah adanya. Indonesia memang merupakan sebuah persimpangan dari sisi budaya, peradaban, manusia, agama, dan lain sebagainya. Dan bukankah persimpangan yang sejati adalah persimpangan yang tidak dapat dikalahkan?” jelas dia.
Dipaparkannya, Indonesia ke depan juga seharusnya berani menghadapi salah satu dari ancaman terbesar globalisasi saat ini. “Yaitu perpecahan negara dan penguasaan wilayah-wilayah kecil setelahnya yang dimanfaatkan beberapa negara adikuasa dan perusahaan-perusahaan multinasional mereka,” cetus Chauprade.

Saya tertarik dengan artikel tentang “Indonesia Bisa Jadi Kekuatan Utama Dunia” bila mungkin makalah tersebut mohon dapatnya bisa dikirim ke e-mail saya (danyonif@yahoo.co.id) secara utuh (20 halaman) sehubungan si penulisnya “Aymeric CHAUPRADE” adalah dosen saya di CID Perancis
SukaSuka
Artikel yang Mas Rosidin minta sudah saya kirimkan, baik versi Inggris maupun terjemahannya.
Trims,
Fajri
SukaSuka