Pentingnya Indonesia bagi Paman Sam

Lebih jauh dari itu, dalam jangka panjang, Indonesia diharapkan mampu menjadi jembatan antara Islam dan Barat. Hubungan dua kutub ini selama satu dekade terakhir semakin memburuk, terutama semasa Uwak Sam dipimpin George W Bush. Selain itu juga Indonesia diharapkan bisa menjadi penyeimbang di antara kutub-kutub kekuatan dunia yang kerap bersitegang, seperti antara AS dan Rusia, China, Iran, juga Korea Utara.

AFP)
Hillary Clinton dalam jumpa pers di Tokyo, 17 Februari 2009 (Foto: AFP)

Pemerintahan baru Amerika Serikat memahami betul pentingnya kawasan Asia dalam membangun dunia yang baru di masa depan, termasuk dengan negara-negara muslim. Kesadaran itu diwujudkan dengan menjadikan kawasan Asia sebagai tujuan pertama kunjungan kenegaraan. Lanjutkan membaca “Pentingnya Indonesia bagi Paman Sam”

Obama dan sambutan dunia

obama-menang-sekeluarga

Belum pernah ada sambutan yang begitu meriah dan sangat luas atas terpilihnya seorang kepala negara, seperti saat kemenangan Barack Obama dari John McCain. Kemenangan itu seakan menghadirkan harapan baru bagi masyarakat global, setelah selama delapan tahun terakhir, Amerika Lanjutkan membaca “Obama dan sambutan dunia”

Resensi film: Bob Roberts

Kamis 22 Oktober pukul 15.00 WIB, aku menghadiri undangan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk menonton film tentang perjalanan seorang politisi untuk meraih kursi senator. Tiba di Kedutaan AS lebih cepat beberapa menit membuatku harus menunggu selama sekira setengah jam. Ternyata aku dan temanku, Ahmad Dhani, datang lebih dahulu dibanding undangan yang lainnya. Bersama kami ada Satrio Arismunandar, produser di Trans TV. Lanjutkan membaca “Resensi film: Bob Roberts”

Amerika Masih Layak Disebut Superpower?

Capitol Hill
Capitol Hill (AFP)

Sejumlah institusi keuangan di Amerika Serikat berjatuhan, dan berimbas kepada stabilitas perekonomian dunia, dari Asia hingga Eropa. Kebangkrutan lembaga-lembaga keuangan itu belum berakhir, seperti diprediksi sejumlah kalangan.

Dan kini, masih layakkah Negeri Paman Sam menyandang status superpower, setelah negeri itu menjadi korban krisis keuangan?
Lanjutkan membaca “Amerika Masih Layak Disebut Superpower?”

Menguji Ketangguhan Kapitalisme

Kapitalisme tengah mengalami ujian berat saat ini. Raksasa-raksasa keuangan satu per satu berjatuhan. Dari perusahaan pembiayaan hipotek macam Freddie Mac dan Fannie Mae, bank investasi terbesar keempat di AS Lehman Brothers, hingga raksasa asuransi American International Group (AIG).

Mantan Gubernur Bank Sentral Negeri Paman Sam Alan Greenspan menyebut, krisis yang terjadi saat ini adalah yang terburuk yang pernah dia saksikan. Krisis ini, menurut dia, akan berlangsung lama.

Bahkan, Presiden AS George W Bush, yang semula menganggap krisis ini sebagai sebuah penyesuaian kecil, akhirnya mengakui negerinya tengah menghadapi bahaya.

Hari-hari belakangan ini media massa pun tak surut memberitakan keruntuhan raksasa-raksasa keuangan Negeri Paman Sam, yang diikuti gejolak di pasar-pasar saham di belahan dunia lain. Harian Denmark Information misalnya, menulis kebangkrutan ini terjadi karena rasa percaya diri berlebihan dan spekulasi para investor. Sementara The Times di Inggris menulis, para petinggi bank investasi saat ini harus membayar mahal sikap sombong mereka, yang kerap bermain api dengan dana kliennya.
Lanjutkan membaca “Menguji Ketangguhan Kapitalisme”

Obama Buat Trenyuh

Barack Obama lagi-lagi menunjukkan sikapnya sebagai seorang negarawan. Di tengah kampanye hitam terhadap dia yang dilakukan lawan politiknya, Obama tidak melakukan serangan balik yang sifatnya pribadi.

Terbukti, dalam pidato berjudul “A More Perfect Union” yang disampaikan dia pada 18 Maret di Philadepia, dia mengangkat tema anti-rasial. Pidato itu diberitakan membuat rakyat Amerika Serikat trenyuh. Bahkan, di situs YouTube, video rekaman pidato Obama itu diputar berjuta-juta kali. Luar biasa!

Saya yang penasaran pun coba melihatnya.

Dengan lugas, Obama menyatakan kekecewaannya dengan diangkatnya isu rasial dalam kampanye Pilpres AS ini. Pidato itu disampaikannya untuk mengkritik khotbah pendeta Jeremiah Wright di sebuah gereja di Chicago.

Dia menceritakan pengalaman tak mengenakkan yang dialaminya sebagai orang kulit hitam. Obama lahir dari bapak berkulit hitam dan ibu berkulit putih dari Kansas.

Selanjutnya, kalau ingin melihat pidato Obama itu, bisa diunduh melalui YouTube.

dupre: saya telah sendirian

Perempuan yang disebut-sebut disewa oleh Gubernur New York Eliot Spitzer mengaku tak dapat tidur sejak skandalnya terkuak pekan ini. Dia juga tak mau disebut sebagai seorang monster.

Ashley Alexandra Dupre menulis hal itu di halaman MySpace-nya: “Saya hancur dan menjadi tuna wisma.”

Ashley Alexandra Dupre, yang disebut sebagai gadis panggilan dengan nama alias “Kristen” muncul di pengadilan Senin lalu sebagai saksi terhadap empat orang yang mengoperasikan lingkaran prostitusi yang menjadi langganan Spitzer.

Spitzer, yang dekat dengan Hillary Cliton, telah menyatakan mundur setelah laporan tentang hubungannya dengan lingkaran prostitusi Emperors Club VIP muncul. Namun hingga kini, baik Dupre maupun Spitzer, belum dituduh dengan kejahatan apapun.

Dupre, lahir dengan nama Ashley Youmans dari New Jersey kepada New York Times mengatakan: “Saya hanya tak ingin disebut sebagai seorang monster. Ini menjadi masa yang sulit. Ini sangat rumit.”

Menulis di halaman MySpace, gadis 22 tahun ini mengaku telah hancur, menjadi tuna wisma, serta mengonsumsi narkoba sejak meninggalkan rumahnya di usia 17 tahun untuk mengejar karir sebagai penyanyi di New York.

“Ini adalah keputusan saya, dan saya tak pernah melihat ke belakang,” tulisnya. “Meninggalkan kampung halaman. Meninggalkan sebuah keluarga yang hancur. Meninggalkan perlakuan kejam…. Meninggalkan dan belajar seperti apa memiliki semuanya, dan kehilangan itu, lagi dan lagi.”

“Belajar seperti apa untuk bangkit suatu hari dan memiliki orang yang peduli kebanyakan pergi. Saya telah sendirian. Saya kecanduan obat. Saya telah hancur dan menjadi tuna wisma. Tapi, saya bertahan, sendiri. Saya di sini, di New York karena musik saya.”

Teridentifikasi sebagai “Pelanggan Nomor 9”, Spitzer telah bertemu Dupre di Hotel Mayflower di Washington bulan lalu.

Masih dalam halaman MySpace, Dupre menyebut Aretha Franklin, Celine Dion, dan Aerosmith sebagai saudara-saudara yang mempengaruhinya.

Ada pula foto Dupre dengan slogan “Apa yang menghancurkan saya, akan menguatkan saya.”

Dia juga memberikan nasihat bagi siapapun yang mengalami saat-saat yang berat.

Namun, akses ke halaman MySpace Dupre telah diblokir sejak Kamis sore.

Saudara perempuan Dupre, Kyle Youmans, kepada CNN tidak mau berkomentar tentang kasus yang menimpa saudarinya itu atau bagaimana Dupre menggunakan uangnya. Namun, dia mengatakan Dupre sebagai saudara terbaik.

Ibunda Dupre, Carolyn Capalbo, kepada Times mengatakan Dupre dan saudarinya itu dekat.

Standar Ganda HAM Paman Sam

Lagi-lagi Amerika Serikat menunjukkan standar gandanya. Negara yang kerap membuat onar itu melansir daftar negara-negara dengan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) tertinggi di dunia.

Ada 10 negara teratas dalam pelanggaran HAM, seperti dilansir Departemen Luar Negeri (Deplu) AS itu Rabu lalu. Mereka adalah Korea Utara (Korut), Myanmar, Iran, Suria, Zimbabwe, Kuba, Belarusia, Uzbekistan, Eritrea, dan Sudan.

Pengumuman ini kembali menunjukkan arogansi Paman Sam yang mengaku sebagai negara yang paling humanis. Padahal kita tahu, jutaan nyawa melayang di beberapa belahan dunia, akibat sikap unilateral pemerintahan George W Bush itu beberapa tahun ini.

Penelitian yang dilakukan Opinion Research Business (ORB) pada September 2007 menunjukkan jumlah korban tewas perang Irak mencapai lebih dari satu juta jiwa. Pembantaian yang dilakukan atas nama demokrasi itu menghabiskan dana hingga USD3 triliun, seperti disebut Joseph Stiglitz, mantan Presiden Bank Dunia yang juga peraih hadiah nobel bidang ekonomi dalam bukunya berjudul The Three Trillion Dollar War: The True Cost of the Iraq Conflict.

Sungguh angka-angka yang fantastis. Itu belum termasuk angka dalam agresi Paman Sam ke Afghanistan saat menggulingkan pemerintahan Taliban. Dan hingga kini, perang masih berkecamuk di dua negara Muslim itu.

Tak salah apa yang dikatakan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, bahwa Paman Sam adalah negara yang membawa terorisme di Timur Tengah, terutama Irak.

China bahkan tegas menyebut pengumuman soal HAM itu latah dan meminta pemerintah AS menghentikan standar ganda tentang HAM. China memang tidak masuk dalam 10 besar pelanggar HAM versi AS itu. Namun, Beijing geram karena masih dikategorikan melakukan pelanggaran HAM.

AS memang selalu tutup mata terhadap keburukan yang dilakukannya sendiri. Selain dua perang tersebut di atas, AS juga melakukan pelanggaran HAM di penjara Guantanamo di Teluk Kuba. Penjara yang dibangun khusus untuk tersangka terorisme itu belum menghapus teknik waterboarding dalam menginterogasi para tahanannya.

Standar ganda selalu dilakukan AS karena ingin menegakkan sistem demokrasi dan perlindungan HAM bagi warga masyarakatnya sendiri. Sebaliknya, bagi masyarakat dan negara lain, isu HAM dan demokrasi diangkat AS masih sebatas retorika dan wacana.

Bahkan, bisa dikatakan, standar AS tak hanya ganda, namun selalu berubah-ubah tergantung sejauh mana itu berkaitan dengan kepentingannya.

hillary, urrrrggghhhhh!!!!

12 kali berturut-turut obama mengalahkan hillary… tapi, dalam primari yang digelar selasa (4/3) malam di empat negara bagian, hillary unggul tiga di antaranya…

obama menang di vermont… tapi dia kalah di ohio, rhode island, n texas… menyebalkan!!!