
Sepatu lebih bisa lebih kencang bersuara dibanding tulisan seorang jurnalis. Setidaknya itulah pelajaran yang diambil dari aksi melempar sepatu yang dilakukan jurnalis Irak, Muntadar al-Zeidi, kepada Presiden Amerika Serikat George W Bush, Desember lalu. Terbukti, sepatu al-Zeidi lebih bisa menggambarkan mendalamnya kebencian masyarakat Irak kepada Bush.
Nah, cara al-Zeidi itu menjadi inspirasi, bahkan telah menjadi tren. Di Bosnia, misalnya. Akhir pekan lalu ratusan warga Bosnia menumpahkan amarahnya kepada para pemimpin politik di negeri itu dengan aksi lempar sepatu di Sarajevo.
Tua dan muda melemparkan sepatu ke arah gambar tokoh-tokoh politisi Kroasia, Muslim, Serbia, dan perwakilan internasional di Bosnia, diplomat Slovakia Miroslav Lajcak.
Sepatu-sepatu itu disediakan organisasi protes, yang terdiri dari LSM dan organisasi pergerakan sipil. Beberapa demonstran membawa sepatu tuanya sendiri.
Melalui akun mereka di Facebook, organisasi ini mendesak warga Bosnia untuk menguapkan selamat Tahun Baru kepada pemerintah dengan melemparkan sepatu peringatan kepada mereka.
Insiden “lempar sepatu” di Bosnia sebelumnya telah menginspirasi dibuatnya permainan daring melempar sepatu ke arah foto pemimpin Serbia Milorad Dodik. Meski mendapat dukungan besar dari warga Serbia, Dodik dibenci warga Muslim Kroasia dan Bosnia karena sikapnya.
Semenjak perang 1992-1995, Bosnia terpecah menjadi dua wilayah otonom, Republik Srpska and Federasi Muslim-Kroasia, yang masing-masing memiliki pemerintahan, kepolisian, dan kehakiman sendiri.