Berharap komposisi kabinet yang pas

SETELAH Komisi Pemilihan Umum hasil rekapitulasi penghitungan suara menunjukkan pemilihan presiden hanya digelar satu putaran dan dijuarai pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono, isu komposisi kabinet menjadi isu yang banyak diperbincangkan.

Dengan hak prerogratif yang dimiliki, presiden terpilih diharapkan dapat memenuhi berbagai aspek, melihat konteks dan kebutuhan bangsa saat ini dalam menentukan para pembantunya. Lanjutkan membaca “Berharap komposisi kabinet yang pas”

KTP, jalan tengah kisruh DPT

PEMILU PILPRES
(Foto: Koran SI)

SEPERTI sudah diduga sebelumnya, kisruh daftar pemilih tetap masih bakal menjadi ganjalan dalam pemilihan presiden. Dua kubu calon presiden, Megawati-Prabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto, sama-sama menemukan banyaknya kekacauan di sana-sini.

Tentu itu merupakan langkah yang wajar dilakukan, mengingat yang dipertaruhkan dalam kekacauan ini adalah hak politik warga negara. Tentu arahnya adalah agar hasil yang didapat dari pesta demokrasi adalah benar-benar mengakomodir seluruh suara rakyat. Lanjutkan membaca “KTP, jalan tengah kisruh DPT”

Mozilla menatap masa depan tanpa Google

Mozilla Menatap Masa Depan tanpa Google
Jum’at, 13 Maret 2009 – 09:20 wib
TEXT SIZE :
Nurfajri Budi Nugroho – Okezone
(Ilust: linuxhotbox.com)
DI KANTOR pusatnya di Mountain View, California, jajaran eksekutif Mozilla dapat melihat kantor pusat Google dari berbagai arah. Bangunan Googleplex, sebutan bagi markas perusahaan raksasa mesin pencari itu, memang mendominasi pemandangan di kawasan tersebut.
“Secara fisik kami dikelilingi oleh Google,” kata Mitchell Baker, kepala Mozilla Foundation yang melepas jabatan CEO Mozilla tahun lalu.
Lebih dari itu, bahkan, nama Google juga terlihat jelas dalam seluruh neraca keuangan Mozilla, produsen mesin penjelajah web Firefox dan sejumlah peranti lunak lainnya. Maklum saja, kedua perusahaan ini memang bersepakat untuk menempatkan mesin pencari Google pada posisi default di toolbar Firefox. Google pun selama ini benar-benar menikmati posisi itu.
Hingga kini memang perjanjian itu masih memberikan keuntungan bagi kedua pihak. Google menyumbangkan lebih dari 88 persen pendapatan Mozilla, yang mencapai USD75 juta pada 2007. Semakin Mozilla berhasil merebut pengguna dari Internet Explorer, semakin besar pula peluang Google untuk merengkuh pasar mesin pencari.
Seperti jamak diketahui, Firefox merupakan web browser yang paling banyak digunakan setelah Internet Explorer besutan Microsoft. Berdasarkan data yang dimiliki Net Applications, saat ini Firefox menguasai 22 persen pasar browser, masih jauh di bawah Internet Explorer yang menguasai 67 persen.
Namun, sejauh mana hubungan baik Google dan Mozilla akan bertahan mulai dipertanyakan semenjak September 2008 lalu, ketika Google memperkenalkan web browser garapannya sendiri, Chrome.
Para eksekutif di Mozilla pun terpaksa memutar otak memikirkan cara mendapatkan pemasukan selain bergantung pada Google. Apalagi, kontrak dengan Google akan segera berakhir pada 2011, dan besar kemungkinan Google tidak akan memperpanjangnya.
“Mereka dapat memutuskan kontrak atau mereka dapat memutuskan untuk tidak memperbaruinya,” kata Baker.
Posisinya kini semakin jelas, Firefox membutuhkan Google, lebih dari Google membutuhkan Firefox. “Dan itu akan semakin menjadi kenangan saja saat Chrome semakin banyak mendapatkan pengguna,” kata Ray Valdes, direktur penelitian pada Gartner (IT).
Ada beberapa alternatif pilihan selain Google. Mozilla kini juga menimbang-nimbang kemungkinan untuk menggandeng mesin pencari lain seperti Yahoo! dan MSN milik Microsoft. Keduanya adalah rival Google. “Ada kemungkinan mesin pencari lain yang dapat memberikan kami uang,” kata Baker.
Perempuan bernama lengkap Winifred Mitchell Baker ini juga mengaku saat ini sudah ada perusahaan yang menawarkan diri menjadi pengganti Google. Namun, dia memastikan itu bukanlah Microsoft.
Yang jelas perginya Google akan membawa risiko bagi Mozilla. John Battelee, seorang pengamat dunia internet mengatakan, bermitra dengan mesin pencari hanyalah salah satu cara bagi Mozilla untuk memperoleh pendapatan. Ada banyak cara mendapatkan uang, yang selama ini tidak pernah dipikirkan. “Tidak sulit untuk mendapatkan uang dari bisnis browser,” kata dia.Catat

“Secara fisik kami dikelilingi oleh Google,” kata Mitchell Baker, kepala Mozilla Foundation yang melepas jabatan CEO Mozilla tahun lalu. Lanjutkan membaca “Mozilla menatap masa depan tanpa Google”

Arab pun berduka untuk Jacko

michael jackson bersama sheikh abdullah
(Al Arabiya)

MASYARAKAT dunia berduka atas kematian Michael Jackson. Tak ketinggalan masyarakat di dunia-dunia Arab, terutama setelah terungkap bahwa Raja Pop itu memeluk Islam dan memiliki kediaman di Teluk.
Lanjutkan membaca “Arab pun berduka untuk Jacko”

Keluar dari jerat utang

Perdebatan mengenai bertambahnya beban utang Indonesia semakin memanas beberapa waktu belakangan ini, termasuk pula isu mengenai program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang didanai dari utang, yang dilontarkan Ketua BPK Anwar Nasution.
Bagi calon presiden incumbent, isu tersebut tentu saja akan menurunkan tingkat elektabilitas, sehingga membuat pemilih yang rasional akan beralih kepada calon pasangan lainnya. Sebaliknya, bagi lawan politik calon incumbent, isu ini sangat seksi untuk dijadikan alat untuk menyerang.
Tak pelak isu tersebut memaksa Menteri Keuangan Sri Mulyani menggelar jumpa pers pada Minggu sore kemarin untuk membeberkan klarifikasi. Selain membantah bahwa dana BLT dibiayai dari utang, Sri juga menegaskan bahwa rasio utang Indonesia terus menurun dibanding dengan negara lain, dari 89 persen terhadap PDB menjadi 32 persen.
Ketergantungan Indonesia terhadap utang memang berkurang, namun bertambahnya jumlah utang menunjukkan jika pemerintah tidak memiliki kemampuan untuk menambah pembiayaan selain dari pinjaman. Kita juga melihat kecenderungan hobi pemerintah menerbitkan surat utang negara.
Tengok saja bertambahnya jumlah utang sebesar Rp392 triliun dari Rp1.275 triliun pada 2004 menjadi Rp1.667 triliun pada 2009. Jumlah utang itu meliputi Rp747 triliun pinjaman luar negeri dan Rp920 triliun dalam bentuk surat berharga.
Jika dirata-rata, sebagaimana disampaikan para kritikus, utang negeri ini bertambah Rp80 triliun setiap tahun, mengalahkan rata-rata penambahan utang selama 32 tahun rezim Orde Baru yang mencapai Rp600 triliun.
Yang juga sangat disayangkan, selama ini banyak sekali utang luar negeri yang tidak efektif dan tidak dirasakan manfaatnya bagi masyarakat, sehingga menjadi beban pemerintah. Soal ini, Komisi Pemberantasan Korupsi sudah berkomitmen untuk mencari tahu adanya kemungkinan kerugian negara.
Siapapun yang akan menjadi pemimpin negeri ini pada periode mendatang jelas akan terbebani dengan besarnya utang itu, termasuk jika calon incumbent terpilih kembali. Maka solusi yang diusulkan berbagai kalangan salah satunya adalah agar Indonesia tidak hanya meminta penjadwalan utang, namun juga perlu mendesak penghapusan.
Usulan tersebut memang telah ditolak mentah-mentah oleh Sri Mulyani yang khawatir negeri ini akan disejajarkan dengan negara-negara miskin, sehingga berakibat pada menurunnya kepercayaan lembaga internasional. Soal ini memang masih menjadi perdebatan, di tengah upaya kita untuk lepas dari jeratan lembaga-lembaga donor multinasional.
Sebagai masyarakat kita berharap bangsa ini keluar dari jeratan utang yang selama ini telah membunuh kreativitas pemerintah untuk mendapatkan sumber-sumber pembiayaan pembangunan lainnya. Kita juga berharap pemerintah memiliki political will untuk mencari terobosan lainnya, seperti mengefektifkan belanja dan memaksimalkan pajak. Hal tersebut semestinya juga dilakukan oleh siapapun yang akan memimpin negeri ini periode mendatang.
Jangan sampai solusi gali lobang tutup lobang dengan berutang kembali dan menjual aset-aset bangsa yang dipilih sebagai jalan pintas untuk membayar utang. Lebih-lebih jika utang dipakai untuk mengongkosi pengucuran dana jaring pengaman sosial bagi masyarakat. Itu sama saja membungkam dan menyuapi masyarakat dengan utang.

Perdebatan mengenai bertambahnya beban utang Indonesia semakin memanas beberapa waktu belakangan ini, termasuk pula isu mengenai program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang didanai dari utang, yang dilontarkan Ketua BPK Anwar Nasution.

Bagi calon presiden incumbent, isu tersebut tentu saja akan menurunkan tingkat elektabilitas, sehingga membuat pemilih yang rasional akan beralih kepada calon pasangan lainnya. Sebaliknya, bagi lawan politik calon incumbent, isu ini sangat seksi untuk dijadikan alat untuk menyerang. Lanjutkan membaca “Keluar dari jerat utang”

Potret buruk alutsista

Lagi-lagi kita ditunjukkan dengan bukti betapa buruknya alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI dengan insiden jatuhnya pesawat Hercules di Magetan, Jawa Timur, pagi tadi.
Semenjak awal tahun hingga saat ini sudah terjadi tiga kasus jatuhnya pesawat milik militer. 6 April lalu, Fokker 27 TNI-AU buatan tahun 1975 jatuh di hanggar Lanud Hussein Sastranegara, Bandung dan menewaskan 23 orang. 11 Mei 2009, sebuah pesawat Hercules jatuh tergelincir saat akan mendarat di Bandara Wamena, Papua. Belum lagi catatan-catatan musibah yang terjadi di tahun-tahun belakangan ini.
Tak lama setelah kejadian, Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan bahwa kecelakaan tersebut merupakan buntut dari minimnya porsi anggaran bagi alutsista. Saat ini saja porsi anggaran bagi militer hanya memenuhi 40-an persen dari kebutuhan minimalnya. Imbasnya tentu kelaikan menjadi dikorbankan. TNI mau tak mau pun dipaksa untuk terbiasa dengan keterbatasan. Jelas sangat menyedihkan.
Sayangnya kenyataan itu dibantah oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menyebut kecelakaan di Magetan itu bukan akibat dari pemotongan anggaran. Menurut dia, pemerintah hanya memangkas anggaran untuk pengadaan, bukan untuk pemeliharaan.
Anggota Komisi Pertahanan Yuddhy Chrisnandi berpendapat, semestinya pemerintah memenuhi 75 persen dari kebutuhan minimal TNI. Angka yang masih berada di kisaran 40-an persen menunjukkan tidak adanya keberpihakan kebijakan anggaran pemerintah terhadap TNI.
Dengan anggaran yang serbaterbatas, saat ini TNI dipaksa untuk memelihara mesin-mesin perang yang sudah tua, yang semestinya sudah harus dimuseumkan. Tentu yang namanya mesin memiliki ambang batas kemampuan dalam beroperasi, dan jika dipaksa beroperasi akan fatal akibatnya, seperti yang telah banyak terjadi.
Kita memaklumi adanya keterbatasan anggaran dan prioritas anggaran pemerintah untuk sektor yang lebih bisa dirasakan masyarakat banyak. Namun bukan berarti pemerintah bersikap abai dengan kondisi serbaminim pada sektor pertahanan negeri ini.
Harus dicatat, dunia kemiliteran di dunia terus berkembang dan didukung oleh teknologi yang canggih. Kemampuan yang dimiliki militer kita semestinya tidak hanya sekadar ada, namun harus memiliki kapabilitas yang memadai untuk menjaga kedaulatan bangsa. Kita tentu tidak mau negeri ini diremehkan lantaran tidak memiliki kekuatan yang memadai untuk memproteksi diri, yang bahkan armada tempurnya kalah dibandingkan dengan negeri sekecil Singapura.

Lagi-lagi kita ditunjukkan dengan bukti betapa buruknya alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI dengan insiden jatuhnya pesawat Hercules di Magetan, Jawa Timur, pagi tadi.

Semenjak awal tahun hingga saat ini sudah terjadi tiga kasus jatuhnya pesawat milik militer. 6 April lalu, Fokker 27 TNI-AU buatan tahun 1975 jatuh di hanggar Lanud Hussein Sastranegara, Bandung dan menewaskan 23 orang. 11 Mei 2009, sebuah pesawat Hercules jatuh tergelincir saat akan mendarat di Bandara Wamena, Papua. Belum lagi catatan-catatan musibah yang terjadi di tahun-tahun belakangan ini. Lanjutkan membaca “Potret buruk alutsista”

Ketika angin timur dan angin barat bertemu

angin-timur-angin-barat-koverJudul Asli:
East Wind: West Wind (Terbit tahun 1930)

Judul Terjemahan:

Angin Timur: Angin Barat

Penerbit:
PT Gramedia

Cetakan Pertama:
Februari 2009

Halaman:
240 halaman

ISBN-10:
979-22-4388-0

Kwei-lan adalah seorang perempuan yang hidup dalam tradisi masyarakat China yang kuat. Selama beratus-ratus tahun, leluhurnya yang hidup di kota kuno Kerajaan Tengah atau China, tidak ada yang berpikiran moderen atau berpikiran untuk mengubah dirinya. Lanjutkan membaca “Ketika angin timur dan angin barat bertemu”

G20, adu kepentingan dan nasib dunia ketiga

g20-protes-telegraph

Pertemuan para pemimpin negara-negara ekonomi maju yang tergabung dalam Kelompok 20 (Group of Twenty/G-20) baru akan digelar 2 April esok. Namun, sejumlah ketegangan sudah mewarnai saat-saat menjelang pertemuan penting itu, setidaknya semenjak sebulan terakhir. Lanjutkan membaca “G20, adu kepentingan dan nasib dunia ketiga”

GlobalPost: Digawangi veteran media besar. Akankah bertahan?

globalpost-skrinsut

Ini dia media online baru yang layak menjadi favorit. Namanya GlobalPost.com. Media ini hadir ke hadapan publik semenjak 12 Januari lalu. Lanjutkan membaca “GlobalPost: Digawangi veteran media besar. Akankah bertahan?”

Facebook bakal kalahkan Google?

facebook-vs-google-sayeconomyGoogle saat ini boleh saja menjadi raja di dunia internet. Namun tak lama lagi, dominasi raksasa mesin pencari itu akan ditumbangkan Facebook.

Dalam analisis yang dilakukan Ross Sandler dari RBC Capital Market, Facebook dapat melampaui Google dalam jumlah pengunjung unik (unique visitor) ke website mereka pada akhir 2011 atau 2012. Lanjutkan membaca “Facebook bakal kalahkan Google?”

China dan peran menghadapi krisis

tembok-besar-chinaMeski turut merasakan dampak hebat krisis ekonomi global, China masih optimistis dengan pertumbuhan ekonominya. Optimisme itu terlihat saat Perdana Menteri Wen Jiabao beberapa waktu lalu memastikan ekonomi Negeri Tirai Bambu masih akan tumbuh 8 persen tahun ini. Lanjutkan membaca “China dan peran menghadapi krisis”

Menunggu turunnya bunga bank

singapura-gedung-bloomberg

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya angkat bicara mendesak agar perbankan segera menurunkan suku bunga pinjaman. Sebab, selama ini respons perbankan terhadap penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia sangatlah lamban.
Lanjutkan membaca “Menunggu turunnya bunga bank”

Cerai karena perbedaan pandangan politik?

SS-068-0109

Harian The Jakarta Post pada 4 Februari lalu menurunkan berita menarik tentang perceraian. Disebutkan dalam berita laporannya, angka perceraian di Indonesia meningkat 10 kali lipat tiap tahunnya semenjak berakhirnya Orde Baru pada 1998.

Uniknya, perbedaan pandangan politik antara suami dan istri dari tahun ke tahun semakin sering menjadi penyebabnya. Hmmm….
Lanjutkan membaca “Cerai karena perbedaan pandangan politik?”

Catatan perjalanan di negeri yang menghilang

jalan-jalan-di-palestinaArogansi Israel adalah penderitaan panjang bagi rakyat Palestina, yang negerinya dirampas dari bawah kaki mereka. Ambisi kaum Yahudi untuk menguasai tanah yang konon dijanjikan Tuhan, menjadikan masyarakat Palestina sebagai manusia terisolir, yang diburu, bahkan diperlakukan bak binatang.

Teranyar, arogansi itu dipertontonkan ke hadapan dunia melalui agresi keji terhadap penduduk sipil di Gaza pada akhir Desember 2008 hingga awal tahun 2009 ini. Ironisnya, penghinaan terhadap harkat kemanusiaan yang sudah berlangsung selama lebih dari setengah abad itu tak ada yang bisa mencegahnya.

Konflik berkepanjangan yang terjadi di Palestina tak lepas dari pencaplokan besar-besaran tanah oleh Israel. Ini pun tak lepas dari janji Inggris untuk memberikan bangsa Yahudi negara di tanah Palestina. Inilah awalnya memicu terjadinya tragedi kemanusiaan tak berkesudahan. Awalnya, hanya 5 persen wilayah Palestina yang diduduki oleh Yahudi. Namun, kini lebih dari 80 persen tanah Palestina telah dirampas Israel.

Dahulu, bukit-bukit di sekeliling Ramallah adalah taman yang luas dan subur, dengan sebuah rumah di dekat setiap mata air. Daerah itu adalah negeri dengan perbukitan hijau yang ditumbuhi pohon zaitun dan pinus, juga berbagai macam jenis bebungaan yang tumbuh di setiap pergantian musim. Pohon-pohon zaitun tumbuh berbaris di lereng-lereng dan tanaman anggur menjalar menutupi dinding teras-teras.

Namun itu cerita lama. Pada 1978, ketika Raja Shehadeh, seorang pengacara pulang ke Ramallah di Tepi Barat, setelah menuntut ilmu di London, semua keindahan itu nyaris tinggal cerita. Tak ada lagi penduduk yang bercocok tanam atau membangun qasr (kastil untuk menyimpan hasil bumi) di bukit-bukit itu, seperti yang dituturkan Shehadeh dalam bukunya, Jalan-Jalan di Palestina: Catatan atas Negeri yang Menghilang. Semuanya telah dirusak oleh membabibutanya pembangunan permukiman bangsa Yahudi. Lanjutkan membaca “Catatan perjalanan di negeri yang menghilang”

Pentingnya Indonesia bagi Paman Sam

Lebih jauh dari itu, dalam jangka panjang, Indonesia diharapkan mampu menjadi jembatan antara Islam dan Barat. Hubungan dua kutub ini selama satu dekade terakhir semakin memburuk, terutama semasa Uwak Sam dipimpin George W Bush. Selain itu juga Indonesia diharapkan bisa menjadi penyeimbang di antara kutub-kutub kekuatan dunia yang kerap bersitegang, seperti antara AS dan Rusia, China, Iran, juga Korea Utara.

AFP)
Hillary Clinton dalam jumpa pers di Tokyo, 17 Februari 2009 (Foto: AFP)

Pemerintahan baru Amerika Serikat memahami betul pentingnya kawasan Asia dalam membangun dunia yang baru di masa depan, termasuk dengan negara-negara muslim. Kesadaran itu diwujudkan dengan menjadikan kawasan Asia sebagai tujuan pertama kunjungan kenegaraan. Lanjutkan membaca “Pentingnya Indonesia bagi Paman Sam”

Kontroversi puyer

Meracik Puyer
Meracik Puyer (Foto: majalah-farmacia.com)

Stasiun televisi RCTI berulang kali menayangkan investigasi tentang sisi negatif obat puyer. Tayangan itu juga ditayangkan di okezone.com. Isi tayangan itu mendulang beragam reaksi. Kalangan apoteker dan dokter tentu banyak yang gerah, karena merasa kredibilitas mereka disoroti. Lanjutkan membaca “Kontroversi puyer”

Kembar 8

Kembar Delapan
Kembar Delapan (Foto: Reuters)

Foto di atas adalah delapan bayi kembar yang dilahirkan Nadya Suleman (33) dalam sekali persalinan. Dengan hadirnya delapan bocah itu, kini Nadya yang juga seorang single parent, memiliki 14 anak. Lanjutkan membaca “Kembar 8”

Demokrasi tanpa hati nurani

Anarkisme massa yang menuntut pembentukan Provinsi Tapanuli di Sumatera Utara dan berujung kematian Ketua DPRD Sumut Abdul Aziz Angkat ini adalah contoh demokrasi tanpa hati nurani. Demonstrasi dijadikan ajang untuk membunuh. Kekerasan masih dijadikan cara untuk memaksakan keinginan. Lanjutkan membaca “Demokrasi tanpa hati nurani”

Pondokku

Ini dua video profile Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam di Pabelan, Surakarta, Jawa Tengah. Enam tahun lamanya aku sempat nyantri di sini: menuntut ilmu, belajar mengaji, dan menjalin persaudaraan.

Sudah sekitar empat tahun aku tidak mengunjungi pondok yang konon pernah disebut harian Kompas sebagai salah satu sekolah terbaik di Jawa Tengah ini, selain SMU Taruna Nusantara di Magelang. Sampai akhirnya hari ini, Selasa 3 Februari 2009, secara tak sengaja kutemukan video ini di situs video sharing YouTube.

Melihat video ini membuatku seakan berada kembali di dalamnya. Merasakan kembali beraktivitas sejak sebelum adzan subuh berkumandang, hingga menjelang tidur selepas belajar malam di kelas atau di masjid pukul sepuluh malam. Mengingat kembali setiap sudut ruangan yang pernah kusandari, atau menyapa kawan-kawan lama lewat ingatan.

Ayahku sengaja memilih Assalaam sebagai tempatku menempa diri, atas rekomendasi kawannya semasa di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Berat rasanya ketika itu berpisah dari kedua orangtua dan saudara, sementara saat itu aku belum pula akil baligh.

15 Juli 1993, pertama kali aku mulai resmi menjadi santri di pondok ini, dan perjalanan berakhir pada 9 Mei 1999, tepat di hari ulang tahunku.